Sabtu, 12 Desember 2009

Peran Perawat Saat Dying Process (Sakaratul Maut) Klien Terminal



Florence Night Tingale adalah sosok panutan dunia perawatan. Bagaimana seorang perawat pada jaman dahulu mengabdikan dirinya ditengah-tengah berkecamuknya peperangan. Bagaimana seorang perawat hanya dengan penerangan lampu teplok / lilin membantu menangani orang-orang yang tidak berdaya dengan tubuh penuh luka. Disinilah peran penting seorang tenaga para medis. Dedikasi pengabdian yang tulus dengan hati nurani yang ikhlas serta seulas senyum yang ikhlas dari seorang perawat bisa memberikan secercah harapan kesembuhan untuk seorang pasien. Memang seorang tenaga paramedis bukanlah seorang dokter, tetapi dia merupakan ujung tombak keberhasilan keperawatan. Yang mendampingi seorang pasien yang sedang sakaratul maut adalah seorang perawat, yang membantunya memasang oxygen adalah perawat dan yang membimbing dengan membaca kalimat tauhid, sehingga meninggal dalam pada keadaan husnul khotimah juga seorang perawat. Begitu mulia dan begitu besar artinya peranan seorang perawat, yang balasan keikhlasannya adalah disisi Allah SWT

Kadang penulis membayangkan bagaimana disiplinnya orang-orang Belanda dahulu menerapkan ilmu keperawatan. Banyak Rumah Sakit peninggalan Belanda yang sampai sekarang masih menerapkan ilmu keperawatan dengan konsisten. Beberapa Rumah Sakit juga di Kota Malang kebanyakan masih menerapkan semua ilmu tersebut kepada pasiennya sampai sekarang.

Beberapa Rumah Sakit Besar di Surabaya pun masih menerapkan hal tersebut. Seorang suster berseragam putih bersih masuk kamar pasien dengan tersenyum, lalu menyapa pasien satu persatu ketika operan (pergantian tugas /shift dari dinas pagi ke dinas sore ke dinas malam). Semua perawat jaga bersama perawat yang akan menggantikannya menyerahkan satu persatu pasien yang dirawat mencocokkan data dibuku laporan dengan dokternya siapa, apa yang dilakukan terhadap pasien tadi dan sebagainya.

Setiap pasien rawat inap mendapatkan hak untuk dimandikan kecuali pasien yang masih bisa mandi sendiri atau keluarganya memang meminta untuk melakukanya sendiri. Saatnya minum obat pasien dibawakan dan diminumkan obatnya. Setiap pagi tempat tidur dibersihkan kembali, meja dilap. Pengontrolan cairan infus dilakukan secara intensif, berapa tetes per menit sesuai perintah Dokter, tidak sampai menunggu pasien yang laporan, bahwa cairan sudah habis, apalagi sampai kehabisan. Kalaupun perawat kebetulan dinas atau jaga malam, bisa dipastikan perawat ada ditempat jaganya kecuali pasien-pasien yang dirawat hanya sedikit atau tidak gawat, kalaupun mengantuk bisa tidur bergantian, tidak sampai ruang jaga kosong dari seorang perawat yang memang terjaga ( tidak tidur ). Dedikasi itu masih terasa di Rumah Sakit-Rumah Sakit tersebut. Tetapi untuk saat ini, pelayanan keperawatan secara menyeluruh seperti itu sering terabaikan. Padahal sentuhan-sentuhan kecil itulah yang menjadi dambaan para pasien untuk dapat mempercepat penyembuhannya dan juga mendapatkan rasa kenyamanan.Ketika dia menjalani rawat inap di rumah sakit.

Bimbingan doa untuk seseorang yang merasa tidak kuat menahan sakit atau tipis harapan hidupnya

للَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَلْحِقْنِيْ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى.

Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi. ( HR. Al-Bukhari 7/10, Muslim 4/1893 )


Nabi Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kedua tangannya ke dalam air, lalu diusapkan ke wajahnya dan beliau bersabda:


لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya mati itu mempunyai sekarat. (HR. Al-Bukhari 8/144)


لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالل

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar